Kadang searah, kadang berlawan, dan tak jarang bertemu.
Kita selalu mengakhiri dengan baik cukup,
Tapi, nyatanya kembali ke titik awal.
Dan berulang seperti siklus.
Ku hanya bisa, ya kita mulai kembali.
Dan berakhir, oke cukup. Dan kembali seperti semula.
Siklus itu berulang dan entah sapa yang pada akhirnya benar-benar mengakhirinya.
Kadang hati lelah, tapi senyum dan sapamu menggugah hati yang tertata.
Hanya kata "dan kita mulai lagi" yang terlintas, padahal sudah tahu akan seperti apa akhirnya.
Kau, bukan sesuatu yang bisa diabaikan.
Karena itu kau