Entah dari hati dan fikiran, mengkosongkan semua, menghancurkan semua dan meredamkannya pelan-pelan
Ketika gejolak itu muncul, aku alihkan perhatianku untuk kegiatan lain
Berhasil tentu hanya sesaat
Dia hadir lagi walaupun pada akhirnya aku tahu kita tak seirama
Ketika ku rasa aku telah sedikit membuka hatinya, di hempaskan dan kokohkan lagi tembok itu
Ku fikir aku akan menyerah, ya saat itu aku benar-benar sudah ingin menyerah
Bukan lelah tapi hanya logika masuk untuk sesaat
Tapi, perasaan tidak bisa berbohong
Ketika suara dan senyum itu terlihat terdengar
Hati ini goyah kembali, seperti hai aku masih disini bukan memghilang hanya bersembunyi
Nalar ku sudah tak sejalan..
Perasaan sepihak ini tidak dapat diakhiri dengan mudah
Padahal kemericik rantai itu sudah sangat memuakan
Tapi, ternyata aku belum siap
Padahal angan untuk menjadi kita tidak pernah terbesit dalam fikiranmu
Cinta yang bodoh..nalarmu kau buang jauh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar