Dari awal tahun lalu hingga kini bahkan setelah melewati badai 2018-2019, yang akhirnya akhir tahun 2019 memberanikan diri untuk mencintai seseorang kembali
Aku pernah mengucap, jikalau hubungan ini gagal akan sebab yang sama, tak akan mungkin aku berani mencintai atau mungkin mencintai seseorang lagi
Hingga pada akhirnya pertengahan 2020 terjawab sudah, kisah yang sama terulang hingga berlanjut rasa itu dan diakhiri dengan hal yang sama sejak pertengahan juga tahun 2022
Kalaupun setiap orang memiliki rejekinya masing-masing, aku hanya bisa "menenangkan" diri bahwa rejekiku memang bukan perihal asmara
Mencoba bertemu dengan orang baru, memulai rasa suka, tapi pada akhirnya rasa yang timbul tidaklah sama seperti dulu
Bahkan di tahun ini, segala kebimbangan dan rasa memuakan itu terjawab sudah
Oh ini ternyata rasa memuakan yang seharusnya aku rasakan saat mereka melarangku, aku terlalu gegabah, aku tidak berfikir jika akan seperti ini..
Semakin bertambah usiamu, keinginan membina rumah tangga semakin padam
Banyak alasannya tapi tidak semua orang mau memahaminya, bahkan ketika ku menjawab pertanyaan "kenapa belum menikah?" Mereka dengan gamblangnya menghakimi "mesakno wong tuomu ngerti anak wedok e rung rabi, gek rabi selak kadaluwarsa, eh eling umur ngko yen nduwe anak resiko ne gede yen nikahmu telat, kowe mesti milih-milih og..dadi wong og angel, meh nunggu apa neh? Kae lo wis nikah mosok kalah"
Apa yang ada dalam benak mereka? Pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan memori masa kecil tentang bahagia pernikahan itu tidak ada bahkan rasa ketakutan akan perpisahan, penghakiman, perdebatan, pertengkaran, pengkhianatan masih terus menerus ada
Jika setiap manusia ingin mengerti atau memahami pemahaman makna sesungguhnya pernikahan, tidaklah mereka mau mengerti sedikit saja? Atau bertanya dan mendengarkan
Semua akan terasa mudah jika satu pihak bisa mengerti dan memahami setiap alasan yang aku keluarkan, pendapatku ingin didengar bukan di caci maki dan dihakimi
Semua memang diciptakan berpasang-pasang, namun jika memang belum rejekinya mau bagaimana? Pernikahan adalah ibadah yang panjaanggg dan dengan mental yang siap..jika memang benar jodohku datang maka dekatkanlah, tetapkan hati kami, dan jauhkan godaan yang akan merusaknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar